Berita KiniPendidikan

Perkenalkan Kurikulum Merdeka Meluas Tahun Depan

WhatsApp Image 2023 02 06 at 16.55.35 Perkenalkan Kurikulum Merdeka Meluas Tahun Depan
FOTO: WAWASANPENDIDIKAN.COM RUANG KELAS: Kegiatan belajar mengajar siswa berlangsung di ruang kelas salah satu sekolah di Jakarta.
92views

KUDUS, Voksil.com-Kurikulum merdeka bakal diperkenalkan secara luas sebagai kurikulum nasional pada 2024. Hal tersebut disampaikan Pengembang Kurikulum Ahli Madya Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Baharudin. ”Tentunya nanti sekolah-sekolah akan menerapkannya. Sedangkan saat ini mengukur kesiapan sekolah di tanah air,” ujar Baharudin di Kudus, Jawa Tengah pada Minggu (5/2/2023).

Sementara target sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka, kata dia, diserahkan ke masing-masing satuan pendidikan karena menjadi pilihan mereka. Nantinya, sekolah yang siap, diapresiasi karena pilihannya berdasarkan konteks dan kesiapan sekolah masing-masing.

Terkait dengan dukungan anggarannya, kata dia, tentunya akan disesuaikan setelah ditetapkan menjadi kurikulum nasional pada 2024, sehingga akan ada penyesuaian terkait pelatihan dan sebagainya. ”Termasuk bagaimana kurikulum ini tersosialisasi secara luas sehingga satuan pendidikan dan bapak ibu guru merasa menerima kurikulum dengan sangat baik,” ujarnya.

Hal terpenting, kata Baharudin, bagaimana peserta didik terlayani dengan baik. Untuk sementara ini, disiapkan juga beberapa aplikasi yang bisa untuk pelatihan mandiri yang disiapkan sehingga ibu guru bisa mengakses beberapa dokumen kurikulum merdeka dan modul-modul yang lain yang bisa dipahami.

Pada dasarnya, kurikulum ini kelanjutan dari kurikulum sebelumnya dengan fokus yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik ketika belajar. “Ada profil belajar Pancasila, yang menjadi tujuan utama proses pendidikan ini yang diimplementasikan dalam project profilnya,” ujarnya.

Guru, kata dia, diberi keleluasaan materi dan proses belajar sesuai kondisi peserta didik dan dukungan di satuan pendidikan. Sementara hasilnya, anak-anak memiliki kompetensi maksimal yang mencakup tiga hal. Secara pengetahuan anak-anak hebat dan keterampilan juga luar biasa, kemudian memiliki profil sopan santun yang secara ketimuran maksimal. (msn/mmr)

Leave a Response