Inspirator

Petuah Orang Tua Jadi Bekal Untuk Tepis Kutukan Generasi Ketiga

Iqrar Risyad Nasution
VISIONER: Iqrar Risyad Nasution Komisaris Utama Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Berkah Ramadhan. (DOKUMEN PRIBADI IQRAR RISYAD NASUTION)
25kviews

Bisnis warisan. Topik ini memang bukan barang baru di dunia usaha. Bahkan, survei Harvard Business School dan The Economist Intelligence menyebut, 95 persen bisnis keluarga game over di tangan cucu sang founding fathers. Lalu, bagaimana cara Islamic Village Group menjawab tantangan itu? Berikut wawancara tim Voksil.com bersama Iqrar Risyad Nasution sang ”putra mahkota”.

 

LAPORAN: Dzaky P. Cahyadi, Voksil.com

 

voksil.com – DI tanah air, tidak sedikit korporasi raksasa yang menempatkan cucu pemilik perusahaan untuk bertengger di top management. Sebut saja Victor R. Hartono. Dia adalah cucu dari Oei Wie Gwan, pendiri perusahaan rokok Djarum. Bagi Victor, istilah kutukan generasi ketiga justru sebagai tantangan. Dia tidak ingin emiten-nya bernasib seperti pepatah lama Inggris.  ”clogs to clogs is only three generations.” Artinya, bakiak hanya bertahan tiga generasi.

”Hal itu jadi misi penting bagi hidup saya. Pokoknya (kalau bisa) hancurnya tidak di generasi saya,” kata Victor kepada Bisnis.com di sela-sela acara peluncuran panduan filantropi di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, pada Selasa, 5 Desember 2017.

Tak ubahnya Djarum. Islamic Village Group juga salah satu koporasi besar dan berpengruh di kancah dunia usaha di Banten. Berkat tangan dingin Helmy Nasution, perseroan kini perkembang di hampir semua lini dan bidang usaha. Mulai dari properti, rumah sakit, perbankan, hingga sekolah.

Kini, top management menyerahkan tongkat estafet kepada Iqrar. Di usia yang relatif muda, dia telah memegang beberapa jabatan. Salah satunya sebagai Komisaris Utama Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Berkah Ramadhan. Ditemui di ruang kerjanya, Balai Pengelola Harian (BPH) Yayasan Islamic Village, Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten pada Kamis (24/8/2023), Iqrar tampak padat agenda.

Jarum jam belum menunjukkan pukul 11.00, tetapi dia sudah keliling ke empat lokasi sekaligus. ”Biasa, cek sana sini. Tadi sempat lihat lokasi kantin,” ucap Iqrar, seraya mencari kemeja bermotif batik dari balik lemari untuk dikenakan saat wawancara.

Iqrar di lingkungan kerjanya memang dikenal sebagai sosok tegas dan lugas. Semua keputusan dia ambil cepat. Secepat dia melangkah dari satu tempat ke tempat lain. Dari satu ruangan ke ruangan lain. Ya, meski demikian, dia juga dikenal ramah dan adaptif, sehingga kebijakannya dapat dicerna oleh semua pegawai, meski berbeda generasi.

Dalam perbincangan dengan Voksil.com, Iqrar mengaku tidak percaya dengan istilah, mitos, ungkapan, atau apalah itu. Kutukan cucu. Bagi dia, usaha tidak akan menghianati hasil. Iqrar juga meyakini, bahwa nilai-nilai moral dan petuah yang ditanamkan kedua orang tuanya sejak kecil dapat menjadi bekalnya dalam menahkodai korporasi. ”Mungkin saya tidak terlalu percaya. Kenapa? Karena yang paling penting adalah terkait dengan didikan. Bagaimana didikan orangtua, khususnya kakek dan nenek itu pada generasi satu. Kemudian ayah dan ibu generasi kedua. Bagaimana menyampaikan kepada anaknya. Nah, lanjut ke yang sekarang, generasi ketiga. Tentunya dengan yang sudah diberikan beberapa hal kebaikan dari orang tua, sifat-sifat yang diturunkan, dan juga pengalaman-pengalaman, literasi yang memang sudah disampaikan orang tua tentu itu bisa mematahkan hal itu. Yang paling penting ajaran orang tua. Satu komando, satu perintah ngikutin semuanya, sehingga tidak ada hal-hal yang kita takuti,” ungkap Iqrar.

Dalam meningkatkan kinerja korporasi, Iqrar memiliki empat strategi. Pertama, sumber daya manusia (SDM) mumpuni, kedua program linier di masa akan datang, ketiga network, dan keempat, adalah sumber keuangan yang kuat dan sehat. ”Baik belum tentu sehat. Jadi harus sehat dulu,” ujar Iqrar, tegas.

WhatsApp Image 2023 08 26 at 03.51.19 Petuah Orang Tua Jadi Bekal Untuk Tepis Kutukan Generasi Ketiga
HOBI: Iqrar Risyad Nasution selalu meluangkan waktu bersepeda.

Di Tengah kesibukannya, Iqrar mengaku tetap berupaya meluangkan waktu untuk menjalani hobi bersepeda. Itu juga sebagai cara Iqrar untuk menjaga tubuhnya agar tetap bugar. Dia menyukai road bike. Apa saja koleksi dan atlet internasional kebanggaannya di ajang Tour de France? Tonton sampai habis wawancara ekslusif Iqrar Risyad Nasution bersama Voksil Tv di Voksil.com dan channel Youtube VoksilTv. (zky/rmm)

Leave a Response