Berita KiniPendidikan

Dua Sekolah Vokasi Sinergi Tingkatkan Mutu

WhatsApp Image 2023 03 18 at 14.56.18 Dua Sekolah Vokasi Sinergi Tingkatkan Mutu
FOTO: IST TAMPAK MEGAH: Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah.
62views

SEMARANG, voksil.com-Berbagai lembaga pendidikan vokasi terus berupaya meningkatkan mutu lulusan bersertifikasi unggul. Misalnya Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) dan Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB). Dua lembaga pendidikan pemerintah tersebut bersinergi mengembangkan pendidikan vokasional. Itu diwujudkan melalui kerja sama di berbagai hal, mulai dari akademik, penelitian, pengembangan konten kurikulum, dan sertifikasi.

Dekan Sekolah Vokasi Undip Prof Dr Ir Budiyono mengatakan selama dua hari pihaknya melakukan kunjungan ke Sekolah Vokasi IPB. Dia membahas dan menyepakati berbagai hal. ”Tujuan akhirnya adalah pengembangan pendidikan vokasional jenjang pendidikan tinggi,” kata Budiyono pada Jumat (17/3/2023).

Menurut Budiyono, cakupan kerja sama meliputi pengembangan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Pertama adalah: saling menerima dan memfasilitasi kuliah tamu untuk mahasiswa dan dosen magang. Kedua adalah kolaborasi dan kerja sama dalam kegiatan penelitian dan pengembangan IPTEK bagi para dosen dan mahasiswa.

Ketiga yaitu kolaborasi dan kerja sama dalam kegiatan sertifikasi kompetensi mahasiswa dan dosen. Keempat adalah pengembangan teaching factory; pengembangan konten mata kuliah dan kurikulum. Kelima adalah kegiatan benchmarking dalam pengelolaan fakultas maupun program studi (Prodi).

Atas hasil kunjungan kerja tersebut, Budiyono mengaku sangat senang. Karena diterima dengan penuh kekeluargaan, dan bisa menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang penting untuk masing-masing sekolah vokasi maupun bagi pendidikan tinggi. ”Kami semua tentu berharap kerja sama ini dapat saling mengisi dan saling menguatkan untuk perkembangan institusi kita,” kata dia.

Budiyono menambahkan, Sekolah Vokasi Undip menggalang sebanyak mungkin kerja sama dengan berbagai stakeholder. Terutama dengan praktisi pengajar dan industri, untuk memenuhi kualifikasi ideal. Di setiap Prodi diwajibkan minimal membuat 10 kerja sama setiap tahun. (smc/mmr)

Leave a Response