Berita Kini

Gandeng ITB, Ajarkan Precision Intensive Farming

WhatsApp Image 2023 03 14 at 15.02.50 Gandeng ITB, Ajarkan Precision Intensive Farming
FOTO: IST PERTANIAN MODERN: Tim Yayasan Bakti Barito memberikan pelatihan pertanian dengan metode precision intensive farming di SMKN 2 Sukoharjo, Jawa Tengah
64views

JATENG, voksil.com-Program Revitalisasi Sekolah Vokasi yang diinisiasi oleh Konsorsium Pengusaha Peduli Vokasi terus bergulir. Kali ini SMKN 2 Sukoharjo yang memperoleh program dukungan dari Yayasan Bakti Barito yang merupakan salah satu anggota konsorsium Bersama dengan sembilan perusahaan.

Executive Director Yayasan Bakti Barito Fifi Setiawaty menyampaikan pihaknya berharap SMKN 2 Sukoharjo menjadi contoh penerapan hulu-hilir pertanian bagi siswa-siswi vokasi. ”Sekolah juga diharapkan melahirkan petani generasi masa depan yang maju, cerdas, sejahtera, dan menjadi rujukan bagi SMK-SMK lainnya,” paparnya.

Bakti Barito mendorong SMK tersebut untuk menjadi SMK pertama di Indonesia yang membuka Program Keahlian Usaha Pertanian Terpadu. Sekolah itu akan menerima siswa baru pada Tahun Ajaran 2023/2024.

Bakti Barito menggandeng Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB) untuk peningkatan kapasitas di SMKN 2 Sukoharjo. Adapun kegiatan melipitk penyelarasan kurikulum Usaha Pertanian Terpadu dari hulu ke hilir dengan penekanan pada metode precision intensive farming.

Precision intensive farming adalah metode pertanian intensif untuk sayur, umbi-umbian, bunga, buah, kayu, ikan, unggas, dan ternak besar yang dengan efisien akan menghasilkan produksi pangan, produksi pakan ternak, produksi pupuk dan pengendali organisme, pembuatan energi biomasa.

Di sektor hilir, SMKN 2 memiliki skema pemadanan dana untuk jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian mempersiapkan teaching factory yang akan menyerap dan mengolah produk-produk pertanian tersebut menjadi berbagai produk siap edar. Ke depan Indonesia diharap dapat selalu mencukupi kebutuhan pangan nasional, mandiri pangan dengan adanya petani-petani generasi muda modern ini. (smc/mmr)

Leave a Response